Nama saya Siti Patma Deli. Saya berasal dari salah satu pedesaan dari tanah batak sumatera utara yaitu desa Gunung Manaon Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara. Mendengar kata bioskop saya selalu berpikir melihat secara langsung harus ke kota medan. Dimana, jarak tempuh yang harus dirasakan kurang lebih 12 jam menggunakan bus. Jadi semasa kecil, baik itu saya maupun teman tidak pernah yang khusus menonton film ke bioskop. Saya hanya menggunakan media yang lainnya yaitu televisi yang layarnya sangat jauh berbeda baik itu versi ukuran maupun kualitas. Jenis film yang hampir setiap minggunya ditonton pada masa saya SMP di kota padangsidimpuan saya masih ingat betul sering sekali menonton film horror. Dimasa saya SMP DVD masih dicari orang untuk menonton film atau yang lainnya. Jadi saya pun menonton film tersebut diputar dari DVD. Dimana kemampuan saku untuk seorang anak SMP mah masih mampu untuk membeli DVD yang berupa bajakan dengan kualitas r...
Oleh : Siti Patma Deli Abstrak Radikalisme berupa terorisme adalah ancaman serius bagi Indonesia. Hal tersebut tercantum dalam UU No. 15 Tahun 2003 tentang pemberantasan terhadap terorisme. Kelompok-kelompok teroris seperti Jemaah Islam (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) memiliki peran besar di beberapa kasus terror bom yang tak hanya menewaskan banyak masyarakat sipil, namun juga merusak fasilitas dan memecah integritas. Salah satu mantan teroris di Aceh mengungkapkan, tahapan menjadi teroris adalah terletak pada pola pikir dan membentuk sikap radikal, takfiri, lalu terorisme. Tulisan ini akan membahas terkait takfirisme, -yakni memvonis orang lain sebagai kafir- fenomenanya sebagai ancaman di Indonesia karena memicu perpecahan dan terorisme. Hal tersebut akan ditelaah melalui pendekatan studi literatur dan analisis data sehingga dapat disimpulkan fenomena takfirisme dan ekstremnya hal ini membawa dampak buruk baik bagi negara maupun agama itu sendiri. Sehingga tak...
Oleh: siti patma deli Saya menanyakan kepada teman teman sekitar tentang bagaimana pendapat mereka tentang generasi milenial ini. Beberapa diantara mereka menjawab yakni generasi yang sangat luar biasa. Dimana generasi saat ini kehidupannya hanya tentang gadget. Sedih jikalau kita melihat generasi saat ini yang tidak bisa terlepas dari smartphone . Generasi milenial bisa disebut juga sebagai generasi Y. kenapa demikian? Menurut penelitia generasi Y ini digolongkan berdasarkan usia 1980-2000 an. Pada zaman sekarang ini yang kita sebut sebagai generasi Y dimana perkembangan teknologi sangat berkembang begitu cepat terkhusus di Negara Indonesia. Perkembangan teknologi ini diibaratkan dengan api yang membakar kertas tanpa menunggu jangka waktu yang lama. Di generasi milenial ini sebuah keharusan setiap individu mempunyai Smartphone. Dan dalam sebuah Smartphone terasa hambar tanpa memiliki akun media sosial karena...
Komentar
Posting Komentar